Jumat, 27 September 2013

PENGGUNAAN ALAT-ALAT UKUR

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

PENGGUNAAN ALAT-ALAT UKUR



Disusun Oleh
Kelompok VI
v  TYAS PAHLAWAN                                D1D012024
v  M IQBAL AQUAMAL                           D1D012025
v  DHEA AGNES SANTIA R                       D1D012026
v  JHONSON FRAYDI SIANTURI               D1D012027
v  FREDY ALMI SAPUTRA                                    D1D012028
v  MUHAMMAD ILYAS BAHRI R             D1D012029
v  MELY AZRIAH                                      D1D012030
                        Program Studi       :           KEHUTANAN  I
                       
                        Dosen Pengampu :           Drs. Nazri MZ M.S


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2013
PENGGUNAAN ALAT-ALAT UKUR

          I. PENDAHULUAN


1.1 Tujuan Praktikum

- Dapat memakai alat-alat ukur yang biasa digunakan untuk benda-benda kecil
- Dapat membaca skala pengukuran dengan teliti


2.1 Prinsip Teori

Dalam fisika dan teknikpengukuran merupakan aktivitas yang membandingkan kuantitasfisik dari objek dan kejadian dunia-nyata. Alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Seluruh alat pengukur dapat terkena kesalahan peralatan yang bervariasi. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran dinamakan metrologi.

A.    Mikrometer Skrup

Mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang dengan ingkat ketelitian terkecil yaiu 0,01 mm atau 0,001 cm. Skala terkecil (skala nonius) pada mikrometer sekrup terdapat pada rahang geser, sedangkan skala utama terdapat pada rahang tetap. Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter benda bundar dan plat yang sangat tipis. 
Micrometers.jpg
Mikrometer Luar Mikrometer luar digunakan untuk ukuran memasang kawat, lapisan-lapisan, blok-blok dan batang-batang.
Mikrometer dalam Mikrometer dalam digunakan untuk mengukur garis tengah dari lubang suatu benda
Mikrometer kedalaman Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kerendahan dari langkah-langkah dan slot-slot.









B.     Jangka Sorong

Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01 untuk yang di atas 30cm.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/94/Messschieber.jpg/220px-Messschieber.jpgJenis Jangka Sorong
-Jangka Sorong Digital
-Jangka Sorong Analog












C.     PENGGARIS

Penggaris adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus. Terdapat berbagai macam penggaris, dari mulai yang lurus sampai yang berbentuk segitiga (biasanya segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga siku-siku 30°–60°). Penggaris dapat terbuat dari plastik, logam, berbentuk pita dan sebagainya. Juga terdapat penggaris yang dapat dilipat.






            II. METODOLOGI PRAKTIKUM

1.2. WAKTU dan TEMPAT

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Maret 2013, pukul 08.00 – 09.30 WIB, bertempat di Laboratrium Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi.


2.2 ALAT dan BAHAN


a.       ALAT :
Alat yang digunakan dalam praktikum ini meliputi :
1.      Mistar biasa
2.      Jangka sorong
3.      Micrometer skrup

b.      BAHAN :
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini meliputi :
1.      Kotak alat
2.      Balok kayu
3.      Silinder logam
4.      Bola besi
5.      Bola kaca

3.3 PROSEDUR KERJA
1.      Diukur panjang, lebar dan tinggi dari kotak alat dengan menggunakan mistar biasa
2.      Diukur panjang, lebar dan tinggi dari balok kayu dengan jangka sorong.
3.      Diukur diameter dan tinggi silinder logam dengan jangka sorong
4.      Diukur diameter bola besi dan bola kaca dengan memakai micrometer skrup.
5.      Diulangi percobaan 1,2,3,dan 4 sebanyak 3 kali ulangan
6.      Dibuat data dalam tabel hasil pengukuran berdasarkan yang telah diperoleh.






                III. HASIL, TUGAS dan  PEMBAHASAN

1.3 HASIL DATA PENGAMATAN
            Adapun hasil yang diperoleh setelah dilakukan percobaan
Alat Ukur
Objek
Hasil pengukuran ( 3x pengulangan)(mm)
Mistar Biasa
Kotak Alat
P1 = 250
P2 = 250
P3 = 250
L1 = 100
L2 = 110
L3 = 110
T1 = 24
T2 = 23
T3 = 24
Jangka Sorong
a. Balok Kayu
P1 = 103,45
P2 = 103
P3 = 104,15
L1 = 78,30
L2 = 79,95
L3 = 80,25
T1 = 60,50
T2 = 61,55
T3 = 60,65
b. Silinde logam
D1 = 11
D2 = 11,20
D3 = 11,20
T1 = 41,60
T2 = 41,45
T3 = 41,85
Mikrmeter Skrup
a. Bola besi
D1 = 9,58
D2 = 9,59
D3 = 9,59
b. Bola kaca
D1 = 16,75
D2 = 16,56
D3 = 16,56

2.3 TUGAS
a. Hitunglah semua rata-rata hasil pengukuran
b. Hitunglah volume kotak alat, balok, silinder, bola kaca dan bola besi
c. Buatlah kesimpulan dari apa yang telah diperoleh

3.3 PEMBAHASAN
A. Dihitung rata-rata hasil
no
Objek
Panjang
Lebar
Tinggi
Diameter
1
Kotak Alat
250
--
2
Balok Kayu
--
3
Silinder Logam
--
--
4
Bola Besi
--
--
--
5
Bola Kaca
--
--
--

Rumus yang digunakan dalam mencari rata-rata adalah
           
           



KOTAK ALAT
Rata-rata panjang dari kotak alat
Rata-rata lebar dari kotak alat
Rata-rata tinggi dari kotak alat

BALOK KAYU
Rata-rata panjang dari Balok Kayu
           
Rata-rata lebar dari Balok Kayu
Rata-rata tinggi dari Balok Kayu

SILINDER LOGAM
Rata-rata diameter dari silinder logam
Rata-rata tinggi dari silinder logam


BOLA BESI
Rata-rata diameter dari Bola Besi
BOLA KACA
Rata-rata diameter dari Bola Kaca


B. Dihitung volume kotak alat, balok, silinder, bola kaca dan bola besi
no
objek
volume
1
Kotak Alat
2
Balok Kayu
3
Silinder Logam
4
Bola Besi
5
Bola Kaca

Rumus mencari volume kotak alat
                                                           


Rumus mencari volume Balok Kayu


Rumus mencari volume Silinder Logam
           

           

Rumus mencari volume Bola Besi
           
                        Jari-jari Bola besi
                                                           

               
                       
                                                           



Rumus mencari volume Bola Kaca
           
                        Jari-jari Bola kaca
                                                           

             
                       
                                                           















            IV. KESIMPULAN
1.      Mengukur adalah suatu kegiatan membandingkan suatu besaran dengan satuannya, dengan mengukur, seorang pengukur tau nilai dari benda yang diukurnya.
2.      Setiap alat ukur mempunyai ketelitian yang berbeda.
3.      Satu bagian skala terkecil mistar adalah 1 mm atau 0,1 cm.
4.      Jangka sorong dalah suatu alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm.
5.      Ketelitian dari skala nonius ada bermacam – macam, diantaranya : dalam millimeter (mm) :1/10 = 0,1 mm; 1/20 = 0,2 mm; dan 1/50 = 0,05 mm.dan dalam inchi :1”/128, dan 1”/1000.
6.      Mikrometer merupakan alat untuk mengukur ketebalan suatu benda yang dapat mengukur dari ketelitian 0,01 mm sampai 0,002 mm.


0 komentar:

Posting Komentar

 
;